Seberapa Penting Imunisasi Tambahan Dilakukan Pada Bayi Dan Anak?

Seberapa Penting Imunisasi Tambahan Dilakukan Pada Bayi Dan Anak?

Menjadi orang tua tentu selalu ingin memberikan perawatan terbaik untuk sang buah hati bukan? Yang tujuannya tidaklah lain agar kesehatan si kecil tetap selalu terjaga, tak mudah terserang penyakit dan tumbuh kembangnya bisa optimal. Memberikan perawatan terbaik mulai dari luar dengan memilihkan kosmetika terbaik dan aman untuk bayi seperti kelengkapan produk dari Zwitsal, hingga memberikan perawatan dari dalam dengan memperhatikan asupan nutrisi hariannya dan juga satu yang penting adalah melakukan imunisasi anak. Imunisasi jelas menjadi hal yang sangat penting dalam rangkaian merawat dan melindungi si kecil. Imunisasi tak boleh sampai ditinggalkan untuk dilakukan pada anak anda. Tujuan dilakukannya imunisasi pada anak juga tidaklah lain untuk mencegah penyakit datang menyerang dan membuat sistem kekebalan tubuh si kecil lebih kuat.

Imunisasi anak sendiri ada dua kelompok, yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tambahan. Untuk imunisasi yang wajib sendiri ada 5, yakni imunisasi Polio, BCG, Campak, Hepatitis B, dan juga DPT. Imunisasi tersebut semuanya adalah yang direkomendarikan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan wajib untuk semua bayi dan anak-anak di Indonesia mendapatkan vaksinasi itu. Selain 5 imunisasi wajib tersebut, ada beberapa jenis imunisasi lainnya yang sifatnya tidak wajib. Kendati begitu lantas bukan berarti yang tidak wajib itu tidak penting. Sifat imunisasi tambahan memang tidak wajib seperti 5 jenis imunisasi yang disebutkan tadi. Akan tetapi sifat imunisasi tambahan lebih ke arah dianjurkan. Imunisasi tambahan ini direkomendasikan oleh IDAI.

Beberapa imunisasi tambahan yang dianjurkan oleh IDAI tersebut tujuannya tidaklah lain adalah untuk melindungi anak dari beberapa penyakit lainnya seperti pneumonia, meningitis, hepatitis A, kanker mulut rahim. Vaksin yang ada di dalam daftar imunisasi anak yang tambahan ini belum ada dalam daftar PPI sehingga dengan kata lain juga tidak disubsidi oleh pemerintah, tidak seperti imunisasi anak yang wajib. Yang menjadi perbedaan bukan soal perlu atau tidak perluanya. Semua imunisasi perlu baik wajib maupun tambahan. Yang membedakan hanya harus dan dianjurkan saja. Akan tetapi mengingat bahwa infeksi penyakit yang dialami oleh bayi tidak bisa dipilih dan dipilah, istilah imunisasi wajib dan dianjurkan seolah sudah tidak lagi dipakai. Kedua kelompok imunisasi ini sama-sama penting. Jika memang penyakit dapat dicegah dengan melalui imunisasi, kenapa tidak dilakukan? Sehingga imunisasi tambahan pun sama pentingnya dengan wajib yang tujuannya tak lain adalah untuk melindungi anak dari serangan berbagai macam penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *